Beranda » Uncategorized » 5,37 Persen Tingkat Kemiskinan 2012 BPS Pesimis Pemda Berantas Kemiskinan PANGKALPINANG

5,37 Persen Tingkat Kemiskinan 2012 BPS Pesimis Pemda Berantas Kemiskinan PANGKALPINANG

asuransi

Kategori

5,37 Persen Tingkat Kemiskinan 2012
BPS Pesimis Pemda Berantas Kemiskinan
PANGKALPINANG – Meskipun tergolong rendah dan lebih sedikit dibandingkan provinsi lain di Indonesia, ternyata Provinsi Bangka Belitung (Babel) masih memiliki banyak orang miskin. Pemerintah Provinsi Babel harus bertindak untuk mengantisipasi lonjakan penduduk miskin itu.
Sebab, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tahun 2012, penduduk miskin yang ada pada bulan September 2012 di Babel tercatat sebanyak 70,21 ribu jiwa.
“Tingkat kemiskinan pada bulan September 2012 sebesar 5,37 persen atau setara dengan jumlah penduduk 70,21 ribu jiwa, jika dipetakan penduduk miskin ini mendominasi di daerah pedesaan,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Babel, Teguh Pramono kepada Rakyat Pos, Selasa kemarin (2/1/2013).
Ia mengatakan, jika dibandingkan pada bulan Maret 2012, penduduk miskin di Babel mengalami penurunan 0,16 persen, dari 5,53 persen pada Maret menjadi 5,37 persen di September 2012.
“Pada bulan Maret 2012, penduduk miskin berjumlah 71,36 ribu jiwa (5,53 persen), sedangkan pada September 70,21 ribu jiwa, menurun sebesar 1,15 ribu jiwa,” ujar Teguh.
Dilihat dari perkembangan menurut perkotaan dan perdesaan, BPS mencatat persentase penduduk miskin di daerah perkotaan mengalami sedikit penurunan. Di daerah perkotaan jumlah penduduk miskin turun dari 25,13 ribu orang menjadi 24,01 ribu orang. Sedangkan di daerah perdesaan, jumlah penduduk miskin cenderung stabil pada 46,2 ribu orang.
“Selama periode Maret 2012 sampai September 2012, jumlah penduduk miskin di daerah pedesaan berkurang 0,03 ribu orang, sementara di daerah perkotaan berkurang 1,12 ribu orang,” tandasnya.
Teguh menambahkan, untuk di Provinsi Kepulauan Babel, pada periode Maret-September 2012 nilai indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan di daerah perdesaan, lebih tinggi dari perkotaan. Pada September 2012 nilai indeks kedalaman kemiskinan untuk perkotaan hanya 0,395, sementara di daerah perdesaan 0,924.
“Nilai indeks keparahan kemiskinan untuk daerah perkotaan hanya 0,062 sementara di daerah perdesaan sebesar 0,217. Ini menandakan tingkat kemiskinan di daerah perdesaan lebih dalam (senjang) dan parah (timpang) daripada di daerah perkotaan,” tukasnya seraya menyebutkan tingkat kemiskinan di Babel tergolong cukup rendah secara nasional dengan  rata-rata kategori penduduk yang mempunyai skill sangat rendah di usia yang sudah uzur dan berada di daerah terpencil.
Namun begitu, Teguh pesimis pemerintah bisa memberantas kemiskinan ini. Karena kebanyakan penduduk miskin berada di daerah pedesaan dan memiliki keterbatasan kemampuan.
“Saya rasa akan cukup berat memang bagi pemda untuk mengupayakanya, meski upaya untuk terus menekan angka  kemiskinan terus dilakukan,” ujarnya.
Untuk mengukur kemiskinan itu, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.
“Dengan pendekatan itu, dapat dihitung penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan dinyatakan sebagai penduduk miskin atau persentase penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan,” jelasnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: