Beranda » Financial Planner » Manfaat berasuransi » Mau Membeli Asuransi Jiwa, Perhatikan Dulu

Mau Membeli Asuransi Jiwa, Perhatikan Dulu

Category: News
Published on Wednesday, 12 October 2011 19:14
Written by Dessy Riyanti

Saya sering bingung dengan orang yang membeli asuransi jiwa tetapi tidak tahu produk apa yang mereka beli. Jangankan mengetahui berapa Uang Pertanggungan (UP) yang dimiliki, nama produk dan manfaat yang akan diperoleh juga tidak tahu. Lalu kenapa mereka membeli asuransi jiwa?

Ketika ditanya jawaban yang keluar diantaranya supaya berhenti dikejar-kejar agen asuransi yang biasanya keluarga atau teman. Jadi dibelilah apapun produk yang ditawarkan agen tanpa memperdulikan sebetulnya butuh atau tidak. Jawaban lain yang penting sudah punya asuransi jadi sudah merasa aman tanpa membaca lagi polis yang sudah dimiliki.

Membeli asuransi berarti membeli proteksi atau perlindungan. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan pada saat akan membelinya.

Uang Pertanggungan (UP)
Fungsi asuransi jiwa yaitu melindungi nilai ekonomis seseorang jika terjadi resiko kematian. Oleh karena itu UP sebaiknya cukup untuk membiayai hidup ahli waris selama kurang lebih 10 tahun dengan standar yang sama atau hingga kondisi keuangan pulih kembali.

Besar UP akan mempengaruhi premi yang Anda bayar karena itu harus diperhitungkan secara cermat. Jangan sampai UP terlalu besar yang berakibat premi Anda menjadi lebih besar dari yang seharusnya dikeluarkan (overinsurance). Namun, jangan pula terlalu kecil karena nantinya tidak akan mencukupi untuk digunakan oleh ahli waris (underinsurance).

Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam perhitungan UP yaitu jumlah hutang yang dimiliki, jumlah aset yang ada serta dana yang diperlukan untuk pendidikan anak.

Ada banyak cara untuk menghitung besarnya UP, namun cara yang paling mudah yaitu hitung besar pengeluaran Anda per bulan dikalikan setahun kemudian dikalikan sepuluh.

Misal pengeluargan per bulan Rp 3 juta, maka besarnya UP yang Anda butuhkan adalah:

Rp 3 Juta x 12 Bulan x 10 Tahun = Rp 360 Juta

Lama Pertanggungan
Perlindungan asuransi dibutuhkan selama masa produktif, lamanya tergantung usia masuk asuransi. Masa produktif ini ketika seseorang mulai bekerja hingga pensiun atau 55 tahun. Setelah usia itu, sebaiknya sudah memiliki aset yang mencukupi untuk digunakan sebagai warisan sehingga tidak lagi bergantung pada uang pertanggungan asuransi.

Premi
Premi merupakan biaya yang harus dikeluargan untuk membeli asuransi. Besarnya premi dipengaruhi oleh UP dan lamanya pertanggungan. Semakin besar UP dan semakin lama pertanggungan maka premi juga akan menjadi besar. Perusahaan asuransi akan memberikan perhitungan premi setelah calon tertanggung memutuskan besarnya UP dan berapa lama masa pertanggungan yang diinginkan.

Apa tujuan Anda memiliki asuransi? Jika tanpa berpikir panjang Anda langsung menjawab agar memiliki proteksi, maka sesungguhnya Anda telah sadar akan pentingnya asuransi.

Lalu sebaiknya pada usia berapa seseorang mulai ikut asuransi? Jawabnya sedini mungkin karena semakin lanjut usia maka premi yang harus dibayar untuk mendapatkan manfaat asuransi yang sama akan semakin besar.

Pada umumnya kondisi dan riwayat kesehatan sewaktu muda masih dalam keadaan baik sehingga dapat dipastikan permohonan asuransi dapat segera disetujui. Perusahaan asuransi jiwa menangung resiko kehidupan Anda sehingga wajar jika melakukan seleksi yang ketat terutama untuk asuransi term life. Dibanding jenis asuransi jiwa lainnya, asuransi term life memang memiliki premi yang murah tetapi Uang Pertanggungannya besar (UP).

Karena itu sewaktu masih muda dan sehat, segeralah untuk ikut asuransi sehingga tidak menyesal di kemudian hari. Anak-anak bisa diikutsertakan dalam asuransi kesehatan mengingat biaya kesehatan tiap tahun semakin meningkat. Sementara bagi yang telah berumah tangga sebaiknya ikut asuransi yang menanggung kerugian finansial jika terjadi resiko kematian.

Asuransi dan investasi seperti dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Di satu sisi asuransi berfungsi sebagai proteksi atau perlindungan dari kerugian finansial yang mungkin timbul akibat kematian. Sementara pada sisi yang lain investasi berperan dalam mempertahankan atau meningkatkan daya beli suatu aset.

Sebelum berinvestasi, seorang investor harus terlebih dahulu mengetahui tujuan yang ingin dicapai serta jangka waktu investasi yang diinginkan untuk mencapai hasil tertentu. Hal-hal yang menjadi kriteria diantaranya resiko, hasil dan likuiditas. Penting untuk diperhatikan bahwa semakin tinggi hasil investasi maka semakin tinggi pula resiko investasinya.

Berdasarkan hasil yang diperoleh dan kemungkinan resiko, jenis investasi terbagi menjadi:

Pasar Uang
Pasar Uang merupakan instrumen investasi atau surat utang negara (sun) yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Instrumen ini memiliki resiko yang rendah karena itu hasil investasinya juga rendah. Jenis investasi ini baik untuk tujuan jangka pendek.

Keuntungan menginvestasikan dana di instrumen ini diantaranya memiliki tingkat likuiditas yang tinggi, keamanan pokok tabungan serta hasil investasi yang kompetitif.

Namun, kekurangannya yaitu mempunyai tingkat bunga yang rendah dibandingkan dengan investasi lain, karena merupakan investasi jangka pendek maka investor harus terus-menerus menginvestasikannya kembali pada saat jatuh tempo dengan hasil investasi yang mungkin berbeda.

Dana di pasar uang ini diinvestasikan dalam bentuk:
Deposito berjangka/Time Deposit pada Bank Asing dan Pemerintah
Sertifikat Bank Indonesia (SBI) pada Bank Indonesia
Surat Utang Negara (SUN) yang jatuh tempo kurang dari 1 tahun
 
Obligasi/Surat Hutang/Bond

Obligasi adalah surat pernyataan hutang yang diterbitkan oleh pemerintah atau badan usaha Indonesia dimana penerbit akan membayar bunga dengan tingkat suku bunga dan waktu tertentu serta membayar nilai pokok hutang pada saat jatuh tempo. Instrumen ini berada di tengah-tengah dimana peluang hasil dan resikonya sedang. Jenis ini baik untuk tujuan jangka menengah.

Keuntungan berinvestasi di obligasi yaitu memproteksi modal pokok dan mendapatkan arus penghasilan tetap (pembayaran bunga secara periodik). Obligasi pada umumnya juga memberikan tingkat suku bunga yang lebih baik dibandingkan dengan tingkat suku bunga Deposito dan SBI.

Coupon Rate atau kupon obligasi merupakan tingkat bunga yang dijanjikan oleh penerbit untuk dibayarkan secara berkala dan diberikan dalam bentuk kupon untuk setiap waktu pembayaran.

Risiko yang dihadapi investor yang berinvestasi di obligasi yaitu:

Hasil investasi dipengaruhi oleh tingkat suku bunga. Apabila suku bunga naik, maka nilai obligasi turun. Sementara jika suku bunga turun, maka nilai obligasi naik.
Risiko kredit jika badan usaha penerbit obligasi tsb pailit/bankrut.
Risiko likuiditas berupa kegagalan penerbit obligasi membayarkan ‘coupon rate’ dan modal pokok pada saat jatuh tempo.
 
Saham/Ekuitas

Saham/Ekuitas yaitu surat pernyataan kepemilikan atas suatu perusahaan yang sudah go public (terbuka) serta diterbitkan oleh perusahaan yang bersangkutan dalam upaya untuk mendapatkan dana dari masyarakat. Instrumen ini baik untuk investasi jangka panjang karena memberikan hasil yang tinggi namun juga paling beresiko dibanding jenis investasi pasar uang dan obligasi.

Kelebihan dari jenis investasi ini adalah adanya peningkatan modal pokok, memiliki pertumbuhan yang agresif untuk investasi dalam jangka waktu panjang serta menghasilkan return/hasil yang sangat menarik.

Return/hasil yang diberikan saham menjadi daya tarik karena jauh diatas bentuk investasi lain seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat dan meningkatnya keuntungan perusahaan.

Namun resiko yang harus ditanggung juga besar diantaranya risiko negara berupa kebijakan, sektor yang dipilih, perusahaan dan pasar. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan, kecepatan dan juga keberanian mengambil risiko untuk berhasil berinvestasi di pasar saham.

Investasi Berbasis Syariah

Selain tiga instrumen di atas, terdapat pula jenis investasi berbasis syariah. Untuk saham acuannya yaitu Jakarta Islamic Index (JII) dan Daftar Efek Syariah (Des). Untuk pasar uang berbentuk deposito syariah sementara untuk obligasi dinamakan sukuk.

Saham yang akan masuk ke JII harus melalui penyaringan dan memenuhi persyaratan diantaranya tidak menjalankan bisnis non halal seperti perjudian atau alkohol.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: